Raksasa murka
darah menjadi sungai merah
burung mengepak sayap terbang tanpa menoleh
manusia lemah terpejam selamanya
Raksasa murka
sang maha pencipta mengirim api
dewa katanya retak roboh tak beraturan
jiwa tersesat pasrah menerima
Raksasa murka
matilah ribuan nyawa
teriakan manusia jadi nyanyian indah
tangisan tak bisa mensucikan arwah
terimalah jiwa tertarik ke neraka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar