tepat, atikan waktu merajut hasrat kita
masih dalam detaknya untuk kau hartakan
ku tau emosi jantungmu mengharmonisasikan nada sumbang sebelumnya
acuh ku balas bukan maksud menolaknya
kau (masih) bersandiwara
memainkan dua wajah yang mudah kubaca
ku tawar sisaku menjadi milikmu
bukaan terima itu telah ku tunggu
tak banyak waktu untuk kau tarik pandangku
sela-sela jenuh ku biaskan menyibukkan tawamu
ujung jarimu menandakan kita rindu
tapi tak bergeming kau dari peran panggungmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar