Awalnya hanya satu
kemudian menjadi seribu
panas mengalah tak lagi mengganas
gersang berubah pasang.
kering menghilang
basahpun datang
petani menangis senang
pekerja kantor mengumpat lantang
ladang subur petani bersyukur
kantor kota kosong ditiap sudut lorong
air dewa tumpah menjadi berkah melimpah
sebagian jiwa tak berpendapat sama dengan sang dewa
jiwa bawah berkumpul bermandikan hujan
jiwa atas mengutuk hujan teramat buruk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar