di bawah atap langit dan sinar panas matahari, daku mengendorkan setiap otot kaku kaki dan lenganku. selesai (lagi) melewati satu satu malam sampai di penghujung bulan nantinya. daku kembali merindukan tanah lahirku meskipun ku injak tanah surga pelajar.
sesekali bernafas dalam sampai jantungku mengempit dan kembali melebar. sesekali merenungkan alur hidup wanita tua yang menggendong sebakul sayur dagangannya. berdiri bulu kudukku menyelami kehidupannya. menyambung hidup di dunia nyata ini. sedangkan (kita) manusia sibuk bersandiwara di dunia ciptaan manusia lainnya.
jrang sekali gedung gedung berlomba mnjadi yang tertinggi puncak kekuasaan disini. antara budaya atau kepuasan masyarakat jogja trhadap kesederhanaan yang begitu tinggi.
ketika suara adzan maghrib berkumandang, bulan masih malu-malu menegur matahari untuk menggantikannya. sementara diluar tetap sibuk dipenuhi pengguna jalan. sampai kini, daku masih mengenang tanahku meskipun aku telah berada di surga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar