Puluhan tahun mata memandang kibaran bebas Sang pusaka
ratusan kali jua hingar bingar pesta kebebasan anak cucu dari penjajah
pahlawan yang dulu terkubur bertanamkan peluru dan darah mengering bercampur merah tanah Indonesia
Era kakekmu, suku, agama, mata sipit, keriting, kurus mengikat simpul bersumpah
di eramu berlomba-lomba mengurai simpul dan mengindahkan sumpah
budaya leluhur tak lagi terpupuk
budaya asing ditelan rakus layaknya sang dajjal menggoda manusia
masjid, gereja, kuil dan tempat berpendapat dengan Tuhan bertimbunkan dedaunan kering berguguran
mencari dosa sudah tak asing lagi ditelinga
Indonesia, akankah ada air mata pada penerusmu ini?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar