malam semakin kelabu, siang berdarah bercampur debu
rahang retak bertengger tenang, menutup pintu sang petualang
malaikat maut ketuk pintuku, tarik jiwaku jangan ragu
kehidupan tak lagi senang, mengadu antar jiwa memunculkan perang
roma telah runtuh sejak dulu, langit jatuh menerjang menimpaku
rawan usiaku malaikat maut menginginkan arwahku, ditinggal membusuk berbelatung tubuhku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar