her~ malam ini seperti biasa, saling
menghabiskan waktu dengan kekosongan.
dentik jarum waktu keras berdetik seirama
lantunan degup jantungku.
her~ ku kira ada sapaanmu untukku menikmati
bulan malam ini. tapi hanya opiniku itu. tetap
pada permainan lama, sang arjuna
membesarkan nyali menepuk kabarmu duluan.
her~ tak juga kau mengerti gundah melandaku.
setidaknya bersandiwara memahami apa
gunanya jiwaku padamu.
her~ kata "muak" mengetuk keningku akhir-
akhir ini. tak kubukakan kunci untuknya.
keningku bertumpuk kerut berfikir sekaranglah
waktunya mengucapkan salam dan menyambut
sang "muak" utusanmu
her tu siapo men ?
BalasHapus