her~ tak kau sisakan hangatmu mlam ini
untukku. rayuan ktamu melambungkan
heningku dikala dlu. tp itu lampau yg tak akan
terayun ke kinianku
her~ kau menunggu, begitu juga aku menunggu
termenung dahulu kau dan aku bermimpi
menjadi kita.
her~ ampunkan jiwa kotorku menampakkannya
padamu. picingan tajam matamu bak elang
dengan runcing menarget tubuhku
her~ belum juga kita bersentuh tangan sampai
kini. bayangmu saja menghindar mencium
aromaku.
oh her~ anganku buas terkurung jarak. padahal
usia tatap mata kita hanya sesaat. kau
tanamkan bibit cinta tanpa pernah kembali
menghilangkan dahagaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar