Translate

Minggu, 10 November 2013

Perjuangan percuma

Puluhan tahun mata memandang kibaran bebas Sang pusaka
ratusan kali jua hingar bingar pesta kebebasan anak cucu dari penjajah
pahlawan yang dulu terkubur bertanamkan peluru dan darah mengering bercampur merah tanah Indonesia

Era kakekmu, suku, agama, mata sipit, keriting, kurus mengikat simpul bersumpah
di eramu berlomba-lomba mengurai simpul dan mengindahkan sumpah
budaya leluhur tak lagi terpupuk
budaya asing ditelan rakus layaknya sang dajjal menggoda manusia

masjid, gereja, kuil dan tempat berpendapat dengan Tuhan bertimbunkan dedaunan kering berguguran
mencari dosa sudah tak asing lagi ditelinga

Indonesia, akankah ada air mata pada penerusmu ini?


Senin, 28 Oktober 2013

Malaikat maut ketuk pintuku

malam semakin kelabu, siang berdarah bercampur debu
rahang retak bertengger tenang, menutup pintu sang petualang

malaikat maut ketuk pintuku, tarik jiwaku jangan ragu
kehidupan tak lagi senang, mengadu antar jiwa memunculkan perang

roma telah runtuh sejak dulu, langit jatuh menerjang menimpaku
rawan usiaku malaikat maut menginginkan arwahku, ditinggal membusuk berbelatung tubuhku

Spektakuler!

salah satu puisi karya Supardi Djoko Damono ini merupakan puisi yang spektakuler. Membangkitkan gairah bersyair




PADA SUATU HARI NANTI
Karya : Supardi Djoko Damono

Pada suatu hari nanti,
Jasadku tak akan ada lagi,
Tapi dalam bait-bait sajak ini,
Kau tak akan kurelakan sendiri.

Pada suatu hari nanti,
Suaraku tak terdengar lagi,
Tapi di antara larik-larik sajak ini.
Kau akan tetap kusiasati,

Pada suatu hari nanti,
Impianku pun tak dikenal lagi,
Namun di sela-sela huruf sajak ini,
Kau tak akan letih-letihnya kucari

Minggu, 27 Oktober 2013

Suara Bertanya!

manusia hanyalah seonggok tulang yang dilapisi daging dan urat serta saraf yang peka. begitu rumit proses penggabungan elemen trsebut sampai membentuk yang dikatakan sempurna dibanding makhluk lain. bahkan, semua itu bisa tumbuh seiring waktu berjalan.

tak ketinggalan, emosi yg disuntikkan ke dalam fikiran manusia sangat brmanfaat. tapi itu bila berjalan diwaktu, tempat dan saat yang tepat.

manusia diciptakan tidak seperti robot pabrikan yang dibuat secara bersamaan dan selesai secara bersama juga. memerlukan proses yang panjang dan pengajaran yang lama agar manusia saling memahami.

TETAPI, manusia bisa disebut awal peradaban dan pengakhir peradaban. mengapa? karena mereka sendiri yang memulai dan mengakhiri. emosi, akal fikiran, tenaga dan hati tidak dipergunakan sesuai tempatnya. mereka memanfaatkan itu hanya untuk kepentingan diri atau golongan kecil tanpa mengingat kepentingan orang lain.

peperangan, pembunuhan, pemerkosaan, pencurian dan lain-lain itu perbuatan manusia yang tidak memanfaatkan yang ada dalam dirinya secara benar. mereka mengaitkan khilaf, nafsu bahkan syaitan atas perbuatan mereka. berfikir! itu fungsi otak.

kepentingan pribadi yang melibatkan uang hal yang brengsek, penyebab kematian manusia lain. uang hanya alat transaksi yang terbuat dari kertas dan logam. apakah sebanding dengan daging dan darah yang terbengkalai percuma? pikirkan sendiri.

banyak suara yang mempertanyakan tentang HAM, perdagangan organ tubuh, kriminalitas atau kejahatan lainnya. SUDAH DAPATKAH JAWABANNYA?

Kamis, 24 Oktober 2013

HER

her~ malam ini seperti biasa, saling
menghabiskan waktu dengan kekosongan.
dentik jarum waktu keras berdetik seirama
lantunan degup jantungku.

her~ ku kira ada sapaanmu untukku menikmati
bulan malam ini. tapi hanya opiniku itu. tetap
pada permainan lama, sang arjuna
membesarkan nyali menepuk kabarmu duluan.

her~ tak juga kau mengerti gundah melandaku.
setidaknya bersandiwara memahami apa
gunanya jiwaku padamu.

her~ kata "muak" mengetuk keningku akhir-
akhir ini. tak kubukakan kunci untuknya.
keningku bertumpuk kerut berfikir sekaranglah
waktunya mengucapkan salam dan menyambut
sang "muak" utusanmu

HER

her~ tak kau sisakan hangatmu mlam ini
untukku. rayuan ktamu melambungkan
heningku dikala dlu. tp itu lampau yg tak akan
terayun ke kinianku

her~ kau menunggu, begitu juga aku menunggu
termenung dahulu kau dan aku bermimpi
menjadi kita.

her~ ampunkan jiwa kotorku menampakkannya
padamu. picingan tajam matamu bak elang
dengan runcing menarget tubuhku
her~ belum juga kita bersentuh tangan sampai
kini. bayangmu saja menghindar mencium
aromaku.

oh her~ anganku buas terkurung jarak. padahal
usia tatap mata kita hanya sesaat. kau
tanamkan bibit cinta tanpa pernah kembali
menghilangkan dahagaku.

perahu terlupakan

perahu tua besar kita menunggu diujung
dermaga
ada apa? kau urungkan niatmu menualangi air
asin itu
sekokoh apa yang kau tunggu?
perahuku tetap tak berubah

HER

mematung lagi kau her.
memoles waktu tanpa arahan
salah! kau tidak mematung saat ini her
ada apa gerangan memasang pantat di bangku
kayu berdebu itu her
torehkanlah tujuanmu itu her
her, tahankah kau sendiri tetap memoles waktu
sedangkan aku telah menumpahkan semua
bahanku memoles waktu
her, sampai kapan kau tetap bersama waktu?

shubuh

roma kudukku bangun terkejut waktu
sang pemilik tetap pada dunia lama waktu
tengah malam
aroma busuk berjalan melewati lubang udaraku
suhu dingin mengancam menyerang tiap inci
kulitku
tak juga terusik jiwaku yang kehilangan roh.
tatkala dunia malamnya terhenti!
membelalak mataku merasa tersayat.

8 tanpa dosa

8 pasang mata keceriaan menutupi luka
8 telinga menikmati persembahan langit
8 penciuman menghirup bau surga sesaat
8 mulut teriak tersenyum bersama 8 lainnya
8 tanpa dosa kisah pencari surga dunia

kurungan alam

kuasalah alam dengan senjatanya
sudah banyak diam melihat isinya
manusia tak ada nyali menahan kekuatannya
jutaan pasang mata menanti terbebas dari
jeratan alam
sebagian nyawa makhluk alam riang dengan
runtuhnya langit, begitu juga aku
ribuan detik sudah terjerat dinginnya kuasa
alam.

benteng

her, jangan kau rasa pedihnya, biar aku
menanggungnya
her, jangan pula kau rasa malunya, biar aku
juga menutupinya
sekali lagi her, janganlah kau rasa lukanya,
tetap aku juga mengobatinya
ayo her, tegaplah dibelakangku
pasang kuda-kuda terbaikmu untukku
simpan saja dulu besimu her, masih ada besi
rentanku untuk kita
tengok sedikit aku her, apa tampak elok tetap
selalu mengelilingimu.

nyanyian hujan

gemuruh nyanyian bising mennggemparkan
waktu
detak matahari sesaat terhenti menunggu
lantunannya
tarian hentakan jatuh diiringi kelembaban
jatuhan bersama basahnya bumi melahirkan
lantunan terulang
tiada merdu, abstrak mengaung
bak seorang maestro lantunannya menggelegar
dan tak terbatas waktu nyanyian hujan terus
mengaung.

Indonesia negara angan-angan

sisi kanan bilang iya
sisi kiri bilang tidak
Yang atas janjikan semua ada
yang bawah ngangguk-ngangguk saja
semua punya kuasa? tidak jawabannya
setelan hitam, kuda besi itu yang berkuasa
sebelumnya kita sama, derajat duniamu
melonjak karena angan-angan yang kau bisikan
sudah muntah ruah aku bercerita tentang
angan!
anganku saja tak bisa ku sentuh
apalagi tuk mencicipi anganmu
lihat senyumku terjebak dalam dunia angan
kita.

merdeka kita beda

puluhan tahun hitam merdeka diatas putih
tapi maksudnya apa?
kau merdeka? aku merdeka? atau kita
merdeka?
aku msih dijajah di lubusku sendiri
katanya pancasila, tapi kok dirasa pancasial
aku merdeka sekali-kali saja bung
merdeka yang dirasa merdeka

dinding pemisah

terlalu bnyak sekat yg membuat perbedaan
terlalu bnyak sekat yg mmbuat kelam diantara
terang
trlalu bnyak sekat yg membuat besar smakin
bsar
trlalu bnyak sekat yg membuat awal
kehancuran.

Bebas sama denang nol

kebebasan murni hanya harapan. awanpun tak
bebas walau tampak bebas. ia tetap sejalan
arah angin bertiup.
kebebasan murni hanya angan-angan. airpun
tak bebas walau mengalir tanpa halangan. ia
tetap mengalir ke arah gravitasi bumi.
kebebasan murni hanya ucapan. apipun tak
bebas walau membara perkasa. ia tetap padam
terkena basuhan air.
kebebasan murni hanya tulisan khayalan.