Translate

Selasa, 30 Oktober 2012

tak sampai kukira


rasakan gelap dan kuhabiskan kegelapan kembali terang
setiap waktu seperti itu
kukira kau datang disaat gelap tetapi tidak
kumengira lagi kau akan tiba disaat terang tetapi tak juga ada
dentuman jam tak mau berhenti
tampak dari otak ini gambaran sosokmu
tak meminta kau datang, kata”mu saja cukup
dugaku meleset, tak sampai kukira kau tak datang.

Ke taksanggupanku


Aku takut engkau marah kepadaku
Semua berlalu cepat sekali
Saat aku menghadap kekiri, dan berbalik engkau sudah menghilang
Aku tak mau tak merasakan lagi tanganmu
Kecemasanku semakin berat saat mendengar tangisan disekitar
Aku bingung buat apa suara itu ada
Semakin aku langkahkan tapakku,
Tak sanggup hatiku melihat kau diam
Matamu menutup, apa engkau tidur?
Kurasa bukan jam istirahat bagimu
Aneh pakaian yang engkau kenakan
Begitu putih bersih membalut sekujur tubuhmu
Bukan bantal biasa yang disampingmu, melainkan orang yang menyayangimu
Aku baru menyadari keadaan apa ini
Tangisan, ayat al-quran, baju putih, mata tertutup, dan keranda dipekarangan rumah
Pecah hatiku menyadari hal ini
Bodohnya aku berada jauh disaat tatapan terakhirmu
Sesalku terungkap secara singkat karena ini
aku seonggok daging bernyawa yang engkau besarkan tersedu melihatmu
lebih baik aku yang menggantikanmu tidur disana
bersalah sekali jiwa dan batinku bila mengingat yang terlewati
ragaku terasa kuat menopang kejadian ini, tapi hatiku seakan pecah berdarah melihat semua ini
aku tak mau jauh lagi di sampingmu
biar aku yang menghantar dan menjagamu sampai kita bertemu 

Tak seindah yang dibayangkan


Seperti aku dan seperti itu juga kalian
Menunggu hasil yang dikira memuaskan
Lembur mengaduk pikiran dibalik kerangka ciptaan-Nya
Terdengar perkataan samar disisi dinding
Bagai rutan yang mencekam
Kenanganku dulu tertimbun angan-angan sekarang
Kenyataannya kecewa menyergap hati ini
Yang kugambarkan tak kunjung datang
Lewatpun tidak, apalagi singgah
Hasilnya nol besar terhadap apa yang sudah kita kerjakan.

Dampak


Lihatlah diujung ufuk situ
Ada yang berubah dari bentuknya
Keelokan warnanya tak lagi tampak akibat ulah tangan tak bertanggung jawab
Yang dulu hijau pekat, sekarang tak ia miliki kecantikannya.
Yang terlihat hanya hitam dan abu-abu berterbangan
Tak lagi bisa ia menghasilkan yg dibutuhkan kalian
Kekurang ajaran kalian menangiskan dunia
Tertatih tatih kami menghidupinya dan menjaganya
Tapi oleh tangan kotor kalian, ia tak lagi bicara dan bernafas.

Tolong aku


Taukah kalian yang tertawa disana ada apa dipikiranku?
Jangan berkata aku tak ingin mempunyai mimik sepertimu
Mengarah kesini aku pun tak tau tujuanku
Terlihat Cuma lorong gelap nan berlumut dingin yang tersentuh
Tak adakah selimut atau daun pisang untuk menutupi tubuhku
Tolong aku teman, tak bisa tubuhku menopang beban ini sendirian
Kalian tau berapa berat gunung disitu?
Apakah kalian tau berapa lama bumi berputar?
Dan apakah kalian juga tau berapa kedalaman laut yang terdalam?
Cuma kepada-Nya dan kalian tempatku mengadu meminta pertolongan
Kerumitan nasib hidupku ini terasa tersangkut duri yang tak bertepi.

2 menit mendatang


Itu? Apakah iya itu?
Kata itu tak bisa tertahan
Lamunanku mengatakan itu hari ini
Harapan telah tersanding di bahu
Apakah itu 2 menit lagi?

Kau


Kutunjuk kau jadi cahaya hatiku
Kusanjung kau dengan senyumanku
Kulirik kau dengan penglihatanku
Kurasa kau dengan inderaku
Kuhimpun kau dengan pecahan diriku
Kuletakkan kau dilangitku
Kujadikan kau pujaanku
Kau kau kau dan kau lagi
Tak lelah lidahku mengucap namamu
Dan dengan parasmu yang ayu aku berkata diriku terlelap tanpamu

Gelap dan Api Malam


Nyawa udara bangkit disenja shubuh
Menusuk rangka yang tengah terbaring tanpa nafsu dan tindakan
Menembus pelindung badan tanpa helaian bulu lembutku
Bagaikan pisau merobek daging dan menuju sumsum tulang.
Apinya terlihat sayu mengecil seakan redup dan kembali terang
Rupa-rupa aku menyingkap bentuknya
Abstrak memang, memiliki banyak corak dan begitu indah
Jangan diduga ia akan membunuh nyawa kehidupannya.

Dibalik pikiranku


Otakku berfikir ada risalah tertinggal
Mengaku pada ingatan yang berlalu
Tak ada satupun kurasa sama
Semua berbeda dari gambarannya
Ini itu terungkap samar-samar dibalik kebekuan
Kumpulan naskah lampau kembali tersalin
Tertata rapi pada biliknya
Ingatanku terasa tajam mengikis otakku
Mengadu pada si induk?
Tidak kurasa, terselesaikan akan amanatnya
Menyerah pada tangan nasib
Itulah aku.

Blog pertama ku

Ini merupakan ke dua kalinya aku membuat blog. Blog yang pertama tidak lagi saya garap karena apa? karena saya lupa email dan passwordnya! hhaha.. how stupid i am =)). langsung saja, kemungkinan isi dari blog ini yah sama seperti blog saya yang usang dahulu. kalian bisa membacanya dan menikmatinya. kalau tidak bisa menikmatinya, kalian bisa sambil ngopi atau apalah supaya enjoy. kalau masih tidak menikmatinya juga, kalian klik start pada komputer anda, trus plih shutdown.